Danau Zamrud berlokasi di Desa Zamrud, kecamatan Siak Sri Indrapura, Kabupaten Siak, Provinsi Riau. Dari Kota Pekanbaru berjarak lebih kurang 200 kilometer menuju ke desa Zamrud.Dikawasan ini dapat ditemukan berbagai jenis satwa dan fauna yang bermacam-macam, seperti ikan arwana emas (Schleropages formasus), ikan belida, harimau sumatera, beruang merah, dan beraneka jenis reptil dapat ditemukan di kawan Danau Zamrud.
Danau Zamrud berlokasi di Desa Zamrud, kecamatan Siak Sri Indrapura, Kabupaten Siak, Provinsi Riau. Dari Kota Pekanbaru berjarak lebih kurang 200 kilometer menuju ke desa Zamrud.Dikawasan ini dapat ditemukan berbagai jenis satwa dan fauna yang bermacam-macam, seperti ikan arwana emas (Schleropages formasus), ikan belida, harimau sumatera, beruang merah, dan beraneka jenis reptil dapat ditemukan di kawan Danau Zamrud.Tak hanya itu, dikawasan ini juga masih dapat ditemukan burung elang,kera. Menurut daya dari BKSDA (Badan Konservasi dan Sumberdaya Alam) Riau terdapat 38 jenis burung yang terdapat di kawasan danau Zamrud, terdapat juga diantaranya yang dilindungi seperti bangau putih, enggang palung, enggang benguk, enggang dua warna, dan enggang ekor hitam. Kawasan danau Zamrud memiliki dua danau unik yaitu Danau Pulau Besar (2.416 ha) dan Danau Bawah (360 ha).Untuk menuju kawasan danau Zamrud dapat ditempuh dengan jalur darat menggunakan mobil selama lebih kurang 3 jam perjalanan.Disekeliling dana juga terdapat Vegetasi langka yaitu pinang merah yang mana pinang ini tidak dapat tumbuh di tempat lain. Di kawasan ini terdapat salah satu tanaman langka yang tidak dapat dumbuh di daerah lain yaitu Pinang Merah. Danau Zamrud berjarak sekira 180 kilometer dari Kota Pekanbaru. Dapat ditempuh melalui jalur darat dengan menggunakan mobil selama lebih kurang 3 jam. Danau Zamrud sebelumnya merupakan area konsensi Caltex Pacific Indonesia (CPI) yang kemudian dikelola oleh Bumi Siak Pusako dan Pertamina Hulu. Di Danau Zamrud terdapat dua danau unik yakni Danau Pulau Besar (2.416 ha) dan Danau Bawah (360 ha). Di kawasan ini juga bisa ditemukan Burung Serindit (Loriculus galgulus), yang menjadi ikon Provinsi Riau juga dapat ditemukan di kawasan ini. Uniknya lagi, pada saat sore hari ketika matahari mulai terbenam para penghuni kawasan Zamrud seperti burung elang, kera, dan harimau mulai menampakkan diri satu persatu. Tak hanya itu, kawasan yang juga didominasi oleh tumbuhan rawa seperti bengku, rengas dan pisang-pisang itu juga menyimpan keanekaragaman satwa yang tinggi. Menurut data Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Riau ada 38 jenis burung yang 12 diantaranya dilindungi seperti Bangau Putih, Enggang Palung, Enggang Benguk, Enggang Dua Warna, dan Enggang Ekor Hitam. Terdapat pula empat jenis primata dan sembilan jenis mamalia. Jenis primata yang dilindungi hanya satu yaitu Siamang sedangkan jenis mamalia yang dilindungi ada tiga yaitu Harimau Loreng Sumatera, Beruang Madu, dan Kucing Hutan. Di dalam danau ada 14 jenis ikan, delapan di antaranya memiliki nilai ekonomi penting yaitu Sipimping, Selais, Kayangan, Tapah, Baung, Tomang, Balido, dan Gelang. Danau Pulau Besar dinamai sesuai dengan lokasinya karena di danau tersebut terdapat empat pulau yang terbentuk dari endapan lumpur dan tumbuh-tumbuhan. Empat pulau tersebut merupakan pulau hanyut karena dapat berpindah tempat, terdiri atas Pulau Besar (sekitar 10 ha), Pulau Tengah (satu hektare), Pulau Bungsu (satu hektare) dan Pulau Beruk (dua hektare) karena banyak terdapat Beruk (kera tidak berekor) di dalamnya. Di sekeliling danau terdapat vegetasi langka jenis pinang merah (berbeda dengan tanaman hias pinang merah yang ada, karena warnanya lebih cerah) tumbuhan khas tepian danau itu yang tidak dapat tumbuh di daerah lain. Aneka ragam vegetasi alami yang ada di sekeliling danau serta sungai dan dalam kawasan hutan rawa gambut itu dapat dijumpai dalam kondisi utuh.

Post a Comment

Previous Post Next Post