Pesta Sungai Bokor menjadi agenda khusus pemerintah Kabupaten Kepulauan Meranti setiap tahunnya. Perhelatan itu mampu menambah jumlah wisatawan yang datang untuk menikmati berbagai kekayaan dan keunikan tradisi Melayu di kawasan tersebut. Sayangnya, belum ada upaya khusus agar Bokor mudah ditempuh, baik melalui jalan darat maupun menggunakan transportasi air atau pompong (perahu mesin) dari Kota Selatpanjang yang bisa ditembuh dalam waktu 30 menit saja. Andai saja, Bokor bisa ditempuh setiap saat melalui transportasi air maka warga Selatpanjang sekitarnya tentu berbondong-bondong hadir ke kampung itu, minimal sepanjang perhelatan budaya berlangsung.
Masyarakat kampung Bokor sudah membiasakan diri dengan pesta budaya. Mereka juga sudah terbiasa menghadapi para pendatang dan menyambut dengan keramahtamahan Melayu yang dikenal santun serta bersahabat dengan siapa saja. Inilah yang membuat banyak orang, terutama orang yang pernah berkunjung ke kampung itu, berharap bisa kembali untuk menikmati berbagai suguhan yang ditawarkan.

Perhelatan budaya tersebut memang sudah berlangsung selama empat kali dan dimulai sejak 2011 dengan nama Fiesta Bokor Riviera. Selanjutnya Bokor Folklore Festival 2012, serta Pesta Sungai Bokor 2013. Setiap tahunnya, agenda yang dilaksanakan hampir sama namun selalu dinanti-nanti, terutama perlombaan lari di atas tual sagu. Sebuah lomba yang unik dan menegangkan, sekaligus menyenangkan, yaitu lomba lari di atas tual sagu.


Lomba lari di atas tual sagu diperkenalkan warga Bokor ke hadapan khalayak sejak 2011 dan berlangsung hingga hari ini. Lomba itu dilaksanakan di Sungai Bokor, di atas tual-tual sagu yang mengapung sepanjang 50-an meter. Para peserta ditantang untuk menundukkan arena tersebut dengan cari berlari sekencang-kencangnya mencapai garis finis. Sekali game, hanya dua peserta saja dan terus berlanjut hingga ke final. Pemenangnya akan menjadi juara umum dan piala tersebut akan diperebutkan tahun depan.


Tidak hanya itu, Bokor juga dikenal sebagai penghasil buah seperti durian, manggis, rambutan dan cempedak. Di helat itu, para undangan akan diajak langsung memetik buah-buah tersebut di kebun masyarakat. Untuk sampai ke kebun yang terdapat diujung kampung, para tetamu akan diajak menikmati alam kampung melalui transportasi air. Menyusuri sungai yang tenang yang diapit hutan bakau (mangrove). Paling tidak, tamu yang ke sana mengaku cukup senang dan berjanji akan datang lagi di tahun-tahun ke depan.

Pesta Sungai Bokor menjadi agenda khusus pemerintah Kabupaten Kepulauan Meranti setiap tahunnya. Perhelatan itu mampu menambah jumlah wisatawan yang datang untuk menikmati berbagai kekayaan dan keunikan tradisi Melayu di kawasan tersebut. Sayangnya, belum ada upaya khusus agar Bokor mudah ditempuh, baik melalui jalan darat maupun menggunakan transportasi air atau pompong (perahu mesin) dari Kota Selatpanjang yang bisa ditembuh dalam waktu 30 menit saja. Andai saja, Bokor bisa ditempuh setiap saat melalui transportasi air maka warga Selatpanjang sekitarnya tentu berbondong-bondong hadir ke kampung itu, minimal sepanjang perhelatan budaya berlangsung.


Tidak bisa dipungkiri, Pesta Sungai Bokor sudah menjadi buah bibir yang mendunia lewat peliputan media-media lokal dan nasional, bahkan internasional. Selain itu, tentu saja dari informasi para seniman dari berbagai negara dan provinsi di Indonesia. Inilah yang menjadi daya tarik kampung tersebut.


Post a Comment

Previous Post Next Post