Hutan Rimbang Baling berlokasi di Kota Lama, Kampar Kiri Hulu, Kabupaten Kampar, Riau. Rimbang Baling ditetapkan sebagai kawasan suaka alam dikarenakan daerah hutan Rimbang Baling memiliki fungsi suaka margasatwa dan merupakan sumber mata air. Luas hutan Rimbang Baling adalah sekitar 136.000 hektar, berdasarkan keputsan Gubernur  KHD Tk. I Riau Nomor 149/1982 21 Juni 1982.


Hutan Rimbang Baling berlokasi di Kota Lama, Kampar Kiri Hulu, Kabupaten Kampar, Riau. Rimbang Baling ditetapkan sebagai kawasan suaka alam dikarenakan daerah hutan Rimbang Baling memiliki fungsi suaka margasatwa dan merupakan sumber mata air. Luas hutan Rimbang Baling adalah sekitar 136.000 hektar, berdasarkan keputsan Gubernur  KHD Tk. I Riau Nomor 149/1982 21 Juni 1982.

Rimbang Baling memiliki potensi alam yang sangat besar, baik dari potensi flora maupun faunanya. Berbagai flora yang terdapat di kawasan Rimbang Baling ini diantaranya: kelat (Syzygium spp), medang (Dehaasia caesia), Mendarahan (Myristica iners BI), Geronggang (Cratoxylon celebicum), Rambutan (Nephelium lappaceum), Mempening (Quercus spp), Resak (Vatica rassak), Kedondong (Spondias pinnata kurz), Meranti (Shorea sp), Semangkok, Balam (Palaquium sp), Payena (Payena sp), Berembung, Ubar (Shorea pauciflora King), Punak (Tetramerista  glabra Miq.), Bintangur (Calophyllum spp), Marpoyan (Rhodamia cinera), Kopi-kopi (Rubiceae), Pagar-pagar (Ixonanthes icosandra), Anai-anai, delik, Akar Gantung (Linia sp), Jelutung (Dyera sp), Rotan (Korthalsia sp, Calamus sp), Pakis, Sendok – sendok, Kantung semar (Nepenthes sp) dan Raflesia merah putih (Rafflesia hasseltii) dan lain-lain.

Sumber Foto/http://www.bbksdariau.id


Sedangkan untuk potensi Faunanya diantaranya : Harimau sumatera (Panthera tigris sumatrae), Macan ahan (Neofelis diardi), Kucing emas (Catopurna temminckii), Kucing hutan (Felis bengalensis), Kucing bulu (Felis marmorata), jenis – jenis mamalia lain yaitu Kijang (Muntiacus muntjak), Babi berjenggot (Sus barbatus), Kancil/napu (Tragulus napu), Rusa sambar (Rusa unicolor), Kambing hutan (Capricornis sumatraensis), Babi hutan (Sus scrofa), Linsang (Prionodon linsang). Selain itu, terdapat juga jenis – jenis mamalia lainnya, seperti Musang belang (Hemigalus derbyanus), Binturong (Arctictis binturong), Berang-berang pantai (Lutra lutra), Musang luwak (Paradoxurus hermaphroditus), Ajag (Cuon alpinus), Beruang madu (Helarctos malayanus), Tenggalung malaya (Viverra tangalunga), Musang kerah putih (Mustela nudipes), Musang galling (Paguma larvata), Garangan (Herpestes sp), Berang berang (Lutra sp), Musang tenggorokan kuning (Martes flavigula), Tapir asia (Tapirus indicus), Trenggiling (Manis javanica), Landak (Hystrix brachyura), Jelarang bilalang (Ratufa affinis), Landak ekor panjang (Trichys fasciculata), Tikus rembulan (Echinosorex gymnura), Tikus (Rattus sp), Bajing tanah moncong runcing (Rhinosciurus laticaudatus) dan Tupai / Bajing. Jenis – jenis primata yaitu Owa ungko (Hylobates agilis), Kokah (Presbytis femoralis), Monyet daun (Presbytis sp),

Selaian dua potensi diatas, juga tak kalah dengan potensi pariwisatanya. Yang apabila di garap dengan serius oleh pemerintah daerah. Berbagai potensi wisata yang bisa diterapkan di kawasan Rimbang Baling adalah Wisata Petualangan dan Lanscape (trackin g dan penyusuran aliran sungai Rimbang Baling). Untuk mencapai objek wisata ini harus menggunakan perahu/boat yang melewati sungai Subayang (sungai utama) yang disepanjang aliran sungai akan disuguhkan dengan pemandangan hutan alam yang lebat serta pondok-pondok masyarakat yang berladang dan bertenak. Perjalanan tracking dengan berjalan kaki melalui hutan-hutan alam yang lebat dengan kondisi tanah yang cukup berlumpur. Setelah beberapa lama menyusuri hutan, kita akan sampai ke Desa Tanjung Belit dan Desa Salo atau Subayang, kita akan menjumpai air terjun yang memiliki pemandangan yang indah dan alami.

Selain Petualangan dan Tracking, ada juga potensi wisata yang cukup menarik, yaitu Pengamatan Burung. Ini dapat dilakukan di hutan-hutan primer dan sekunder di sepanjang aliran sungai.Berbagai jenis burung dapat kita lihat di antaranya murai daun, murai batu, kacer, dll. Beberapa masyarakat juga telah berhasil menangkarkan beberapa jenis burung sehingga para wisatawan pun dapat menyaksikan penangkaran secara langsung.

Pengamatan Primata juga menjadi daya tarik tersendiri bagi pengunjung objek wisata ini. Pengamatan primata dapat dilakukan pada saat menyusuri sungai ataupun ketika melewati hutan primer atau sekunder yang ada di SM Bukit Rimbang Bukit Baling. Jenis primata yang dapat dilihat atau diamati secara langsung dan mudah adalah monyet ekor panjang (Macaca fasicularis). Selain itu, di sepanjang Sungai Subayang juga dapat dijumpai Siamang (Symphalangus syndactylus) dan Owa ungko (Hylobates agilis).

Post a Comment

Previous Post Next Post