Komplek Makam Tuan Guru Syekh Abdurracham Siddiq (1857-1939) merupakan objek wisata religi yang terdapat di Kabupaten Indragiri Hilir tepatnya berada di Hidayat Sapat, Kecamatan Kuala Indragiri. Syekh Abdurrahman Siddiq dulunya adalah seorang guru besar agama Islam (Mufti Kerajaan Indragiri) yang tersohor dan banyak memilki murid yang berasal dari Malaysia, Singapura, Kalimantan, Jambi, Palembang dan daerah lainnya. Beliau lebih dikenal dengan Tuan Guru Sapat yang berasal dari Banjar (Kalimantan), beliau memiliki hubungan dengan ulama Banjar, Syeh Muhammad Arsyad Al-Banjari (1710-1812).  Tuan Guru Sapat adalah seorang ulama yang menggabungkan beberapa kemampuan sekaligus, mulai dari seorang pendakwah, pengajar, mufti, penulis, sampai sebagai seorang petani kebun yang berhasil. Oleh karena kiprah dan peranannya yang besar tersebut, tidak aneh jika riwayat hidup dan pemikiran Tuan Guru Sapat sudah sering menjadi objek penulisan, baik dalam bentuk penelitian akademis, mulai dari tingkat skripsi (S1) sampai disertasi (S3), maupun penulisan populer.  Sekitar tahun 1297 H, Sang Mufti terus mempelajari pondasi keilmuan agama: ilmu syariah (fiqih), ilmu aqidah (tauhid), ilmu akhlak (tasawuf) dan ilmu hadis. Bidang keilmuan ini beliau tuntun pada Al-Amin Al-Allahamah Syekh H. Hasyim dan Al-Alim Al-Allamah Syekh Muhammad Said Wali. Setelah berguru, tahun 1302 H beliau terjun dan berdakwah dalam menyiarkan Islam di berbagai wilayah Kalimantan.  Beliau meninggal pada tanggal 10 Maret 1939, makamnya hingga saat ini masih banyak didatangi penziarah lokal maupun dari luar negeri seperti Malaysia dan Singapura. Komplek Makam Tuan Guru Syekh Abdurrachman Siddiq ini mencakup komplek makam, mesjid yang didirikan pada abad ke-19 dan juga terdapat rumah peristirahatan.  Makam Syeikh Abdurrahman Siddiq terdiri dari sebuah jirat dengan dua buah batu nisan yang terletak di bagian kaki dan kepala jirat. Makam ini terletak pada sebuah bangunan cungkup yang dibuat kemudian (2004). Selain makam Syekh Abdurrahman Shiddiq, di dalam bangunan ini juga terdapat dua buah makam lainnya.

Komplek Makam Tuan Guru Syekh Abdurracham Siddiq (1857-1939) merupakan objek wisata religi yang terdapat di Kabupaten Indragiri Hilir tepatnya berada di Hidayat Sapat, Kecamatan Kuala Indragiri. Syekh Abdurrahman Siddiq dulunya adalah seorang guru besar agama Islam (Mufti Kerajaan Indragiri) yang tersohor dan banyak memilki murid yang berasal dari Malaysia, Singapura, Kalimantan, Jambi, Palembang dan daerah lainnya. Beliau lebih dikenal dengan Tuan Guru Sapat yang berasal dari Banjar (Kalimantan), beliau memiliki hubungan dengan ulama Banjar, Syeh Muhammad Arsyad Al-Banjari (1710-1812).

Tuan Guru Sapat adalah seorang ulama yang menggabungkan beberapa kemampuan sekaligus, mulai dari seorang pendakwah, pengajar, mufti, penulis, sampai sebagai seorang petani kebun yang berhasil. Oleh karena kiprah dan peranannya yang besar tersebut, tidak aneh jika riwayat hidup dan pemikiran Tuan Guru Sapat sudah sering menjadi objek penulisan, baik dalam bentuk penelitian akademis, mulai dari tingkat skripsi (S1) sampai disertasi (S3), maupun penulisan populer.

Sekitar tahun 1297 H, Sang Mufti terus mempelajari pondasi keilmuan agama: ilmu syariah (fiqih), ilmu aqidah (tauhid), ilmu akhlak (tasawuf) dan ilmu hadis. Bidang keilmuan ini beliau tuntun pada Al-Amin Al-Allahamah Syekh H. Hasyim dan Al-Alim Al-Allamah Syekh Muhammad Said Wali. Setelah berguru, tahun 1302 H beliau terjun dan berdakwah dalam menyiarkan Islam di berbagai wilayah Kalimantan.

Beliau meninggal pada tanggal 10 Maret 1939, makamnya hingga saat ini masih banyak didatangi penziarah lokal maupun dari luar negeri seperti Malaysia dan Singapura. Komplek Makam Tuan Guru Syekh Abdurrachman Siddiq ini mencakup komplek makam, mesjid yang didirikan pada abad ke-19 dan juga terdapat rumah peristirahatan.

Makam Syeikh Abdurrahman Siddiq terdiri dari sebuah jirat dengan dua buah batu nisan yang terletak di bagian kaki dan kepala jirat. Makam ini terletak pada sebuah bangunan cungkup yang dibuat kemudian (2004). Selain makam Syekh Abdurrahman Shiddiq, di dalam bangunan ini juga terdapat dua buah makam lainnya.

Post a Comment

Previous Post Next Post