Suku Talang Mamak adalah satu-satunya suku pedalaman yang masih hidup dan berkembang di pedalaman Kecamatan Siberida, Pasir Penyu dan Rengat, Indragiri Hulu, dengan populasi yang relatif kecil. Mereka hidup dengan memanfaatkan hasil hutan, menangkap ikan dan bercocok tanam. Suku Talang Mamak ini biasanya hidup bekelompok-kelompok dan sering berpindah-pindah di hutan.   Suku Talang Mamak Indragiri Hulu adalah termasuk dalam golongan Melayu Tua yang mana merupakan suku asli di Indragiri Hulu atau disebut juga dengan Suku Tuha yang maknanya adalah suku pertama dan berhak atas sumber daya alam Indragiri Hulu.  Di samping itu mereka juga sangat berpegang teguh pada kepercayaan dan kebudayaannya. Sebagian besar masyarakat suku Talang Mamak belum memiliki agama. Di perkampungan mereka bisa dilihat seperti Baju Bersyahadat dan Pedang Perantas tanda kebesaran Patih Suku Talang Mamak di Desa Talang Durian Cacar. Kita juga bisa melihat makam Suku Talang Mamak yang dibuat nisan dari kayu yang disusun menyerupai atap.  Suku Talang Mamak berasal dari Pagaruyung yang terdesak akibat konflik adat dan agama (Obdeyn, Asisten Residen Indragiri). Menurut cerita mereka, bahwa nenek moyang mereka turun dari Gunung Marapi menuju Talukkuantan, melalui sungai Batang Kuantan yang waktu itu di pimpin oleh seorang Datuh Patih yang bergelar Perpatih Nan Sebatang.  Suku Talang Mamak sehari-hari menggunakan Bahasa Talang Mamak, namun bertemu dengan komunitas luar biasanya mereka berbahasa Melayu. Suku Talang Mamak tersebar di berbagai daerah di Indragiri Hulu, diantaranya: Batang Gansal, Batang Cenaku, Kelayang, Rengat Barat, Rakit Kulim, serta satu daerah termasuk daerah Jambi yaitu Sumai.  Untuk menuju ke suku Talang Mamak (Dusun Tuo Datai) yang terletak di Hulu Sungai Gansal dan Sungai Melenai desa Rantau Langsat Kecamatan Batang Gansal, Indragiri Hulu yang termasuk ke dalam Wilayah Taman Nasional Bukit Tiga Puluh yang diakses melalui jalur darat. Dari Pekanbaru berjarak sekitar 285 km dengan mengendarai mobil.
Suku Talang Mamak adalah satu-satunya suku pedalaman yang masih hidup dan berkembang di pedalaman Kecamatan Siberida, Pasir Penyu dan Rengat, Indragiri Hulu, dengan populasi yang relatif kecil. Mereka hidup dengan memanfaatkan hasil hutan, menangkap ikan dan bercocok tanam. Suku Talang Mamak ini biasanya hidup bekelompok-kelompok dan sering berpindah-pindah di hutan.
BACA JUGA: 
- Masjid Raya Peranap Indragiri Hulu 
- Taman Nasional Bukit Tiga Puluh (TNBT) Indragiri Hulu
- Kawasan Wisata Alam Danau Raja Indragiri Hulu
Suku Talang Mamak Indragiri Hulu adalah termasuk dalam golongan Melayu Tua yang mana merupakan suku asli di Indragiri Hulu atau disebut juga dengan Suku Tuha yang maknanya adalah suku pertama dan berhak atas sumber daya alam Indragiri Hulu.

Di samping itu mereka juga sangat berpegang teguh pada kepercayaan dan kebudayaannya. Sebagian besar masyarakat suku Talang Mamak belum memiliki agama. Di perkampungan mereka bisa dilihat seperti Baju Bersyahadat dan Pedang Perantas tanda kebesaran Patih Suku Talang Mamak di Desa Talang Durian Cacar. Kita juga bisa melihat makam Suku Talang Mamak yang dibuat nisan dari kayu yang disusun menyerupai atap.

Suku Talang Mamak berasal dari Pagaruyung yang terdesak akibat konflik adat dan agama (Obdeyn, Asisten Residen Indragiri). Menurut cerita mereka, bahwa nenek moyang mereka turun dari Gunung Marapi menuju Talukkuantan, melalui sungai Batang Kuantan yang waktu itu di pimpin oleh seorang Datuh Patih yang bergelar Perpatih Nan Sebatang.

Suku Talang Mamak sehari-hari menggunakan Bahasa Talang Mamak, namun bertemu dengan komunitas luar biasanya mereka berbahasa Melayu. Suku Talang Mamak tersebar di berbagai daerah di Indragiri Hulu, diantaranya: Batang Gansal, Batang Cenaku, Kelayang, Rengat Barat, Rakit Kulim, serta satu daerah termasuk daerah Jambi yaitu Sumai.

Untuk menuju ke suku Talang Mamak (Dusun Tuo Datai) yang terletak di Hulu Sungai Gansal dan Sungai Melenai desa Rantau Langsat Kecamatan Batang Gansal, Indragiri Hulu yang termasuk ke dalam Wilayah Taman Nasional Bukit Tiga Puluh yang diakses melalui jalur darat. Dari Pekanbaru berjarak sekitar 285 km dengan mengendarai mobil.


Post a Comment

Previous Post Next Post