Masih banyak yang berpandangan bahwa Provinsi Riau sangat minim memiliki lokasi wisata alam jika dibandingkan dengan beberapa Provinsi di sekitarnya. Oleh karena itu tidak heran jika setiap akhir pekan ataupun hari-hari libur nasional, masyarakat Provinsi Riau cenderung memilih untuk berwisata ke luar daerah seperti ke Provinsi Sumatera Barat atau ke Kepulauan Riau.




Masih banyak yang berpandangan bahwa Provinsi Riau sangat minim memiliki lokasi wisata alam jika dibandingkan dengan beberapa Provinsi di sekitarnya. Oleh karena itu tidak heran jika setiap akhir pekan ataupun hari-hari libur nasional, masyarakat Provinsi Riau cenderung memilih untuk berwisata ke luar daerah seperti ke Provinsi Sumatera Barat atau ke Kepulauan Riau.

Tidak dapat dipungkiri wilayah provinsi tetangga seperti Sumatera Barat manyuguhkan banyak sekali lokasi destinasi yang menarik mulai air terjun, danau, gunung sampai wisata pantai dan pulau. Namun tentu saja untuk berwisata ke tempat-tempat tersebut memerlukan biaya yang cukup mahal terutama untuk transportasi dan akomodasi. Keterbatasan waktu dan biaya terkadang menjadi dilema bagi sebagian wisatawan untuk menikmati suasana yang ditawarkan provinsi tetangga. Apalagi bagi kalangan pelajar atau mahasiswa, tentu sebagian dari mereka budget bisa menjadi masalah utama.

Berwisata di Danau PLTA Koto Panjang di Kabupaten Kampar bisa menjadi alternatif bagi wisatawan yang ingin menikmati suasana bernuansa pulau. Selain budgetnya terjangkau tempat tersebut mudah dijangkau serta tidak membutuhkan waktu yang banyak untuk menjangkaunya. Danau atau waduk PLTA Koto Panjang yang terbentuk akibat bendungan Sungai Kampar ini umumnya dulu adalah wilayah perbukitan. Setelah ditenggelamkan, sebagian puncak bukit yang tidak terendam membentuk beberapa pulau kecil. Jumlahnya sangat banyak bahkan hampir mencapai seraratusan pulau. Pulau-pulau yang terbentuk ini memang tidak seperti pulau-pulau wisata lain yang memiliki hamparan pantai berpasir dan deburan ombak. Jikapun ada angin bertiup agak kencang, hanya akan menimbulkan riak ombak yang tak seberapa besar. Namun, kondisi alam yang sejuk dan hutannya yang hijau menjadi daya tarik tersendiri bagi pengunjung ke lokasi wisata alam ini. Terutama bagi mereka yang menghindari kebisingan dan hiruk pikuk suasana perkotaan.

Pengunjung yang berekreasi ke pulau-pulau kecil di tengah danau dapat memanfaatkan perahu motor yang banyak tersedia di sekitar dermaga keramba. Ada juga perahu-perahu sewa yang standbye dipelabuhan lainnya seperti di Ulu Kasok, Jembatan I, Jembatan II, serta tangkahan masyarakat lainnya. Harga sewa perahu bervariasi tergantung ukuran boat dan tenaga penggeraknya. Jika menggunakan mesin robin dan sejenisnya ongkosnya mencapai sekitar Rp. 350 ribu sehari, jika menggunakan mesin Johnson istilah setempat untuk mesin tempel harganya bisa mencapai hampir dua kali lipat. Harga carteran boat umumnya berdasarkar negosiasi. Tidak ada harga pasti atau harga berdasarkan hitungan kilometer perjalanan. Ada beberapa pulau yang dapat dikunjungi atau digunakan untuk kegiatan kemping seperti Pulau Tonga, Pulau Qeis, Pulau Budi, Pulau Camat, dan lain sebagainya.
Untuk sampai ke pulau-pulau tersebut waktunya bervariasi tergantung dari mana atau pulau mana yang akan dikunjungi. Untuk pulau Tonga, cukup ditempuh dengan waktu 20 menit dari pelabuhan keramba maupun dari Ulu Kasok. Sepanjang perjalanan dengan perahu, pengunjung akan menyaksikan pemandangan alam yang indah. Selain itu juga bisa menyaksikan aktifitas para nelayan keramba di danau tersebut. Air yang tenang biru kehijauan membuat nyaman mata memandang. Bagi yang suka memancing, di tempat ini banyak spot-spot pemancingan. Disini populasi ikan air tawar yang dapat diburu para pemancing mania seperti ikan tapah, baung, toman, lomak dan lain-lain masih sangat banyak.

Post a Comment

Previous Post Next Post